Jumat, 27 April 2012

Shortcut Keyboard Windows 7

Windows : Shortcut Keyboard Windows 7


Pencet KeyboardHasilna
Ctrl+ N
Buka window baru
Ctrl+W
Menutup jendela aktif
Ctrl + Shift + N
Buat folder baru
End
Menampilkan bagian bawah jeendela aktif
Home
Menampilkan bagian atas jendela aktif
F11
Memaksimalkan / meminimalkan jendela aktif
Ctrl + Period (.)
Putar gambar searah jarum jam
Ctrl + Comma (,)
Putar gambar berlawanan jarum jam
Num Lock + Asterisk (*) on numeric keypad
Menampilkan semua subfolder dibawah folder yang dipilih
Num Lock + Plus Sign (+) on numeric keypad
Menampilkan isi dari folder yang dipilih
Num Lock + Minus Sign (-) on numeric keypad
Menutup folder yang dipilih
Left Arrow
Pilih folder induk
Alt + Enter
Membuka kotak dialog properties untuk item yang dipilih
Alt + P
Menampilkan jendela pratinjau
Alt + Left Arrow
Melihat folser sebelumnya
Backspace
Melihat folser sebelumnya
Right Arrow
Memilih subfolder pertama
Alt + Right Arrow
Melihat folder berikutnya
Alt + Up Arrow
Melihat folder induk
Ctrl + Shift + E
Menampilkan semua folder
Ctrl + Mouse scroll wheel
Mengubah ukuran dan tampilan icon file dan  folder
Alt + D
Memilih address bar
Ctrl + E
Memilih kotak pencarian
Ctrl + F
Memilih kotak pencarian


Pencet KeyboardHasilna
F1
Menunjukan Bantuan
Ctrl + C (or Ctrl+Insert)
Menyalin item yang dipilih
Ctrl + X
Memotong item yang dipilih
Ctrl + V (or Shift+Insert)
Menempel item yang dipilih
Ctrl + Z
Undo tindakan
Ctrl + Y
Redo tindakan
Delete (or Ctrl+D)
Menghapus item
Shift + Delete
Menghapus item tanpa memindahkan ke RecycleBin
F2
Rename the selected item
Ctrl + Right Arrow
Memindahkan cursor ke awal kata berikutnya
Ctrl + Left Arrow
Memindahkan cursor ke awal kata sebelumnya
Ctrl + Down Arrow
Memindahkan cursor ke awal paragraph berikutnya
Ctrl + Up Arrow
Move the cursor to the beginning of the sebelumnya paragraph
Ctrl + Shift with an Arrow Key
Memblok text
Shift with any Arrow Key
Pilih item pada desktop atau pada file
Ctrl with any Arrow Key + Spacebar
Pilih item individual pada desktop atau pada file
Ctrl+A
Memilih semua item
F3
Mencari file 
Alt + Enter
Menampilkan properti untuk item yang dipilih
Alt + F4
Menutup program yang sedang berjalan
Alt + Spacebar
Buku menu shortcut untuk program yang sedang aktif
Ctrl + F4
Tutup dokumen aktif
Alt + Tab
Beralih item 
Ctrl + Alt + Tab
Gunakan tombol panah untuk beralih diantara item yang terbuka
Ctrl + Mouse scroll wheel
Mengubah ukuran ikon pada desktop
Windows logo key Picture of Windows logo key  + Tab
Siklus melalui program pada taskbar dengan menggunakan Flip 3D Aero
Ctrl + Windows logo key Picture of Windows logo key + Tab
Gunakan tombol panah untuk siklus melalui program pada taskbar dengan menggunakan Flip 3D Aero
Alt + Esc
Siklus melalui item dalam urutan
F6
Siklus melalui elemen layar dalam desktop
F4
Menampilkan daftar alamat bar pada Windows Explorer
Shift + F10
Menampilkan menu shortcut unutk menu item yang dipilih
Ctrl + Esc
Membuka start menu
Alt + Underlined Letter
Menampilkan menu yang sesuai
Alt + Underlined Letter
Lalukan perintah menu
F10
Mengaktifkan menu bar dalam program aktif
Right Arrow
Membuka submenu
Left Arrow
Menutup sub menu
F5 (or Ctrl+R)
Refresh
Alt + Up Arrow
Melihat folder satu tingkat keatas di Windows Explorer
Esc
Membatalkan program 
Ctrl + Shift+Esc
Membuka Task Manager
Shift when you insert a CD
Mencegah CD dari memainkan otomatis
Left Alt + Shift
Beralih bahasa yang dimasukkan ketika beberapa bahasa masuk aktif
Ctrl + Shift
Beralih layout keyboard
Right or Left Ctrl + Shift
Mengubah arah bacaan text

Rabu, 18 April 2012

Struktur Jaringan Telkom

Telekomunikasi : Struktur Jaringan Telkom

                                  STRUKTUR JARINGAN TELKOM
Sentral
Sentral telepon adalah sebuah mesin produksi yang bekerja secara digital untuk menghubungkan satu pelanggan ke pelanggan lain secara otomatis



Main Distribution Frame (MDF)
Rangka pembagi utama, tempat terminasi antara kabel telepon ke sentral, dan kabel telepon ke pelanggaan. MDF terbagi menjadi terminal blok horizontal & terminal blok vertikal, untuk lebih jelas mengenai MDF silahkan klik link tentang MDF






 
Gambar MDF (Main Distribution Frame)

Kabel Primer
Ditempatkan & didistribusikan dari MDF didalam gedung sentral kearah Rumah Kabel (RK). Penempatan kabel melalui tanam langsung (Duct) dan menggunakan titik penarikan Manhole dan Handhole, serta daerah yang dicatu langsung (DCL)

Kabel Sekunder
Ditempatkan & didistribusikan dari RK ke DP. Pendistribusian melalui sistem kabel udara & kabel bawah tanah.

Manhole
Manhole merupakan tempat penyimpanan kabel primer yang dimula dari MDF (Main Distribution Frame) sampai ke RK (Rumah Kabel)




Rumah Kabel (RK)
Cross Connect Cabinet/RK menjadikan distribusi kabel primer fleksibel dan menghubungkan jaringan kabel primer dengan sekunder. Cakupan Rumah Kabel (RK) atau Cross Connect Cabinet (CCC) ditentukan oleh batas-batas geografi seperti sungai, jalan besar dan lain lain. Tempat jika tidak spesifik, maka disesuaikan dengan batas kapasitas RK tersebut. Umumnya satu RK digunakan untuk maksimum 900 pelanggan. Kapasitasnya ditentukan oleh demand 5 tahun mendatang dibagi 0,8. Kapasitas RK terdiri dari ukuran 800, 1200, 1600 dan 2400. RK disusun atas blok blok terminal dengan kapasitas 100 dan 200 SST. Berikut tabel kapasitas maksimum kabel primer dan sekunder dalam RK.

                                                        Gambar RK (Rumah Kabel)

Distribution Point (DP)
Digunakan untuk menghubungkan kabel sekunder ke saluran dropwire ke rumah. Distribution Point merupakan terminasi kabel dropwire dari rumah pelanggan. Daerah cakupannya ditetapkan sedemikian rupa sehingga kabel dropwire dapat menjangkau rumah pelanggan. Kapasitas DP umumnya terdiri dari 10 dan 20 pair, namun dalam beberapa aplikasi terdapat kapasitas 49, 60, dan 100 pair. Kapasitas 10 pair biasa digunakan di daerah residensial, sedangkan 20 pair didaerah bisnis. Peletakannya ada di tiang atau di dinding. Perhitungan kapasitasnya adalah untuk kebutuhan sampai 5 tahun dibagi 0,8. Dari kapasitas yang tersedia disisakan 1 atau 2 line sebagai cadangan.



                                                    Gambar DP (Distribution Point)

Daerah Catu Langsung (DCL)
Daerah layanan kabel dari MDF (Main Distribution Frame) langsung ke DP (Distribution Point)

Instalasi Kabel Rumah/Gedung (IKR/G)
Tata cara pemasangan jaringan telepon ke dalam rumah. Titik hubungannya mulai dari KTB (Kotak Titik Bagi) sampai ke pesawat telepon.
                                        Gambar IKR/G (Instalasi Kabel Rumah/Gedung) 
 

Tentang GSM (Global System Mobile)

Telekomunikasi : GSM(Global System Mobile)


   Teknologi komunikasi selular yang bersifat digital yang digunakan pada komunikasi bergerak. Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro & pengiriman sinyal yang dibagi berdasar waktu.

Sejarah & Perkembangan GSM
    Teknologi komunikasi selular sebenarnya sudah berkembang dan banyak digunakan pada awal tahun 1980-an, diantaranya sistem C-NET yang dikembangkan di Jerman dan Portugal oleh Siemens, sistem RC-2000 yang dikembangkan di Perancis, sistem NMT yang dikembangkan di Belanda dan Skandinavia oleh Ericsson, serta sistem TACS yang beroperasi di Inggris. Namun teknologinya yang masih analog buat sistem yang digunakan bersifat regional sehingga sistem antara negara satu dengan yang lain tidak saling kompatibel dan menyebabkan mobilitas pengguna terbatas pada suatu area sistem teknologi tertentu saja (tidak bisa melakukan roaming antar negara).
   Teknologi analog yang berkembang, semakin tidak sesuai dengan perkembangan masyarakat Eropa yang semakin dinamis, maka untuk mengatasi keterbatasannya, negara-negara. Eropa membentuk sebuah organisasi pada tahun 1982 yang bertujuan untuk menentukan standar-standar komunikasi selular yang dapat digunakan di semua negara Eropa. Organisasi ini dinamakan GSM (Group Special Mobile). Organisasi ini memelopori munculnya teknologi digital selular yang kemudian dikenal dengan nama GSM (Global System for Mobil Communication).
    
   GSM muncul pada pertengahan 1991 dan akhirnya dijadikan standar telekomunikasi selular untuk seluruh Eropa oleh ETSI (European Telecomunication Standard Institute). Pengoperasian GSM secara komersil baru dapat dimulai pada awal kuartal terakhir 1992 karena GSM merupakan teknologi yang kompleks dan butuh pengkajian yang mendalam untuk bisa dijadikan standar. Pada September 1992, standar type approval untuk handphone disepakati dengan mempertimbangkan dan memasukkan puluhan item pengujian dalam memproduksi GSM. Pada awal pengoperasiannya, GSM telah mengantisipasi perkembangan jumlah penggunanya yang sangat pesat dan arah pelayanan per area yang tinggi, sehingga arah perkembangan teknologi GSM adalah DCS (Digital Cellular System) pada alokasi frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, akan dicapai kapasitas pelanggan yang semakin besar per satuan sel. Selain itu, dengan luas sel yang semakin kecil akan dapat menurunkan kekuatan daya pancar handphone, sehingga bahaya radiasi yang timbul terhadap organ kepala akan dapat di kurangi. Pemakaian GSM kemudian meluas ke Asia & Amerika, termasuk Indonesia. Indonesia awalnya menggunakan sistem telepon selular analog yang bernama AMPS (Advances Mobile Phone System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone).     Namun dengan hadir dan dijadikannnya standar sistem komunikasi selular membuat sistem analog perlahan menghilang, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Eropa. Pengguna GSM pun semakin lama semakin bertambah. Pada akhir tahun 2005, pelanggan GSM di dunia telah mencapai 1,5 triliun pelanggan. Akhirnya GSM tumbuh dan berkembang sebagai sistem telekomunikasi seluler yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Arsitektur Jaringan GSM
   Secara umum, network element dalam arsitektur jaringan GSM dapat dibagi menjadi:
*Mobile Station (MS)
*Base Station Subsystem (BSS)
*Network Sub-system (NSS)
*Operation and Support System (OSS)
Secara bersama-sama, keseluruhan network element di atas akan membentuk sebuah PLMN (Public Land Mobile Network).

1. Mobile Station  (MS) merupakan perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk melakukan pembicaraan. Terdiri atas:
  a) Mobile Equipment (ME) atau handset, merupakan perangkat GSM yang berada di sisi pengguna atau pelanggan yang berfungsi sebagai terminal transceiver (pengirim dan penerima sinyal) untuk berkomunikasi dengan perangkat GSM lainnya.
  b) Subscriber Identity Module SIM atau SIM Card, merupakan kartu yang berisi seluruh informasi pelanggan dan beberapa informasi pelayanan. ME tidak akan dapat digunakan tanpa SIM didalamnya, kecuali untuk panggilan darurat. Data yang disimpan dalam SIM secara umum, adalah:
    - IMMSI (International Mobile Subscriber Identity), merupakan penomoran pelanggan.
    - MSISDN (Mobile Subscriber ISDN), nomor yang merupakan nomor panggil pelanggan.

2. Base Station System  (BSS), terdiri atas:
     1) (BTS) Base Transceiver Station, perangkat GSM yang berhubungan langsung dengan MS dan         berfungsi sebagai pengirim dan penerima sinyal.
     2) (BSC) Base Station Controller, perangkat yang mengontrol kerja BTS-BTS yang berada di bawahnya dan sebagai penghubung BTS dan MSC

3. Network Sub System  (NSS), terdiri atas:
    Mobile Switching Center atau MSC, merupakan sebuah network element central dalam sebuah jaringan GSM. MSC sebagai inti dari jaringan seluler, dimana MSC berperan untuk interkoneksi hubungan pembicaraan, baik antar selular maupun dengan jaringan kabel PSTN, ataupun dengan jaringan data.
+) Home Location Register (HLR), yang berfungsi sebagai sebuah database untuk menyimpan semua data dan informasi mengenai pelanggan agar tersimpan secara permanen.
+)Visitor Location Register (VLR), yang berfungsi untuk menyimpan data dan informasi pelanggan.
+) Authentication Center (AuC), yang diperlukan untuk menyimpan semua data yang dibutuhkan untuk memeriksa keabsahaan pelanggan. Sehingga pembicaraan pelanggan yang tidak sah dapat dihindarkan.
+)Equipment Identity Registration (EIR), yang memuat data-data pelanggan.

4.Operation and Support System (OSS), merupakan sub sistem jaringan GSM yang berfungsi sebagai pusat pengendalian, diantaranya fault management, configuration management, performance management, dan inventory management.
Frekuensi pada 3 Operator Terbesar di Indonesia
> Indosat            : 890 – 900 Mhz (10 Mhz)
> Telkomsel       : 900 – 907,5 Mhz (7,5 Mhz)
> Excelcomindo : 907,5 – 915 Mhz (7,5 Mhz)

Keunggulan GSM 
   GSM, sebagai sistem telekomunikasi selular digital memiliki keunggulan yang jauh lebih banyak dibanding sistem analog, di antaranya:
+} Kapasitas sistem lebih besar, karena menggunakan teknologi digital di mana penggunaan sebuah kanal tidak hanya diperuntukkan bagi satu pengguna saja sehingga saat pengguna tidak mengirimkan informasi, kanal dapat digunakan oleh pengguna lain.
+} Sifatnya yang sebagai standar internasional memungkinkan roaming mancanegara
+} Dengan teknologi digital, tidak hanya mengantarkan suara, tapi memungkinkan servis lain seperti teks, gambar, dan video.
+} Keamanan sistem yang lebih baik
+} Kualitas suara lebih jernih dan peka.
+} Mobile (dapat dibawa ke mana-mana)
   
   Bagaimanapun, keunggulan GSM yang beragam pantas saja membuatnya menjadi sistem telekomunikasi selular terbesar penggunanya di seluruh dunia.

Selasa, 17 April 2012

Tentang CDMA (Code Division Multi Access)

Telekomunikasi : CDMA (Code Division Multi Access)


  Sebuah bentuk pemultipleksan (bukan sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metode akses secara bersama yang membagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA) atau frekuensi (seperti pada FDMA), namun dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang diasosiasikan dengan tiap kanal yang ada dan menggunakan sifat-sifat interferensi konstruktif dari kode-kode khusus itu untuk melakukan pemultipleksan.

   CDMA juga mengacu pada sistem telepon seluler digital yang menggunakan skema akses secara bersama ini,seperti yang diprakarsai oleh Qualcomm
   CDMA adalah sebuah teknologi militer yang digunakan pertama kali pada Perang Dunia II oleh sekutu Inggris untuk menggagalkan usaha Jerman mengganggu transmisi mereka. Sekutu memutuskan untuk mentransmisikan tidak hanya pada satu frekuensi, namun pada beberapa frekuensi, menyulitkan Jerman untuk menangkap sinyal yang lengkap.
   Sejak itu CDMA digunakan dalam banyak sistem komunikasi, termasuk pada GPS (Global Positioning System) dan pada sistem satelit OmniTRACS untuk logistik transportasi. Sistem terakhir didesain dan dibangun oleh Qualcomm, dan menjadi cikal bakal yang membantu insinyur-insinyur Qualcomm untuk menemukan SoftHadoff dan kendali tenaga cepat, teknologi yang diperlukan untuk menjadikan CDMA praktis dan efisien untuk komunikasi seluler terrestrial.

SoftHandoff 
   Soft Handoff (soft handover) adalah salah satu inovasi dalam mobilitas dimana mungkin dilakukan dengan teknologi CDMA.Hal ini berkaitan dengan teknik atau pemindahan dari satu sel ke sel yang lain tanpa memutuskan hubungan radio kapanpun. Di dalam teknologi TDMA dan sistem analog,setiap pancaran sel pada frekuensinya sendiri,berbeda daripada sel-sel tetangganya.Jika sebuah perangkat bergerak telah mencapai batas dari sel yang melayani call sekarang,dapat dikatakan akan memutus hubungan radio dan secepatnya menyesuaikan dengan salah satu frekuensi sel-sel tetangganya dimana call telah dipindahkan oleh jaringan dikarenakan perpindahan lokasi dari peralatan bergerak tersebut.Jika peralatan bergenrak tersebut tidak bisa menyesuaikan dengan frekuensi barunya dalam sekejap, maka call akan diputus.

  Didalam Sistem CDMA, satu set sel bertetangga semuanya menggunakan frekuensi yang sama untuk transmisi dan sel yang berbeda (atau base station) dalam arti adalah sebuah nomer yang disebut "PN offset", disaat time offset dari permulaan pseudo-random noise sequence yang diketahui dimana digunakan untuk menyebarkan sinyal dari base station.Dikarenakan semua sel berada pada satu frekuensi,mendengarkan pada BTS yang berbeda sekarang adalah tantangan dalam pemprosesan sinyal digital berbasis pada offset dari sekuen PN,bukan Tranmisi RF dan berdasarkan penerimaan pada frekuensi terpisah. Apabila handphone CDMA menjelajah melalui jaringan,ia mengenali offset PN dari sel bertetangga dan melaporkan kekuatan setiap sinyal kembali ke sel acuan dari hubungan percakapan (biasanya sel yang terkuat).Jika sinyal dari sebuah sel bertetangga cukup kuat,perangkat bergerak tersebut akan dihubungkan langsung pada "add a leg"' callnya dan memulai mentranmisikan dan menerima ke dan dari sel baru dalam arti ke sel (atau sel-sel)call yang baru saja digunakan. Begitu juga,jika sebuah sinyal sel melemah,maka handset akan secara langsung diputus hubungannya.Dslsm hsl ini,handset dapat bergerak dari sel ke sel dan menambah dan membuang jika diperlukan dengan tujuan untuk menjaga call hingga tanpa memutuskan hubungan.   Dalam prakteknya, ada batasan-batasan frekuensi,sering antara siynal pembawa yang berbeda atau sub-jaringan.Pada keadaan ini,handset CDMA akan menggunakan jalan yang sama seperti dalam TDMA atau analog dan menjalankan sebuah perpindahan yang ekstrem dimana hal ini akan memutus hubungan dan mencoba mengambil frekuensi baru dimana ia baru saja mati.

Keuntungan CDMA
  Teknologi CDMA sendiri memiliki berbagai keuntungan jika diaplikasikan dalam sistem seluler. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain :
+) Hanya membutuhkan satu frekuensi yang dibutuhkan untuk beberapa sektor/cell
+) Tidak membutuhkan equalizer untuk mengatasi gangguan spektrum sinyal
+) Dapat bergabung dengan metode akses lainnya, tidak membutuhkan penghitung waktu (guard time) untuk melihat rentang waktu dan penjaga pita (guard band) untuk menjaga intervensi antarkanal
+) Tidak membutuhkan alokasi dan pengelolaan frekuensi
+) Memiliki kapasitas yang halus untuk membatasi para pengguna akses
+) Memiliki proteksi dari proses penyadapan

Fitur CDMA
-) Sinyal pesan pita sempit (narrowband) akan digandakan dengan penyebaran sinyal pita lebar (wideband) atau pseudonoise code
-) Setiap user mempunyai pseudonoise (PN) code sendiri sendiri.
-) Soft capacity limit : performansi sistem akan berubah untuk semua pengguna begitu nomer pengguna meningkat.
-) Near-Far Problem (masalah dekat-jauh)
-) Interference terbatas : kontrol daya sangat diperlukan
-) Lebar bandwidth menimbulkan keaneka ragaman,sehingga    meggunakan rake-receiver
-) Akan membutuhkan semua komputer yang pernah dibuat oleh manusia diatas bumi untuk memecahkan kode dari satu setengah percakapan dalam sistem CDMA
 

Kamis, 26 Januari 2012

Tentang MDF (Main Distribution Frame)

Telekomunikasi : MDF (Main Distribution Frame)

MDF adalah unit terminal berkapasitas besar sebagai tempat terminasi kabel dari sentral dan kabel primer dari tempat tambat awal kabel primer yang menuju ke jaringan.

MDF sebagai salah satu unit yang ada di PT. Telkom STO (Sentral Telepon Otomat) Johar mempunyai fungsi-fungsi khusus, yaitu :
+) Tempat penyambungan antara kabel primer dengan kabel dari sentral;Tempat pengetesan dalam melokalisir gangguan. 
+) Tempat melakukan mutasi. 
+) Tempat mengisolir pelanggan karena administrasi.
+) Memungkinkan pengukuran secara terpisah antara saluran ke sentral dan saluran  ke arah pelanggan. 


                                                     Gambar isolir  & alat untuk mengisolir
    Bagian-bagian MDF 
    1) SISKA (Sistem Informasi Customer)
       SISKA sebagai Sistim Informasi Customer sebagai pengganti SISKAMAYA. 
    SISKA adalah sebuah program yang digunakan oleh PT. TELKOM Indonesia dalam melakukan pencarian, perbaikan, troubleshooting, PSB(Pasang Sambungan Baru).

    2) Terminal
       Pada MDF/RPU terdapat terminal yang disusun secara vertikal dan horisontal
    yaitu :
    - Terminal blok vertikal Adalah tempat terminasi kabelprimer dan tempat penjumperan ke blok horizontal telepon).

     Gambar terminal blok vertikal

    - Terminal blok horizontal Adalah tempat terminasi kabel dari sentral dan tempat penjumperan ke blok vertikal.

     Gambar terminal blok horizontal

     3) Kabel Chamber
       Ruang tempat penyimpanan baik kabel tanah tanam langsung maupun kabel duct dengan kapasitas besar yang telah diinstal di ruang MDF untuk memperhandal jika ada penambahan jaringan.

    3) Kabel Jumper
        Kabel yang ada pada ruang MDF untuk menghubungkan dari EQN port ke Primer
                                                                          Gambar kabel jumper

    Pekerjaan MDF
    Pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh unit MDF meliputi :

    1) Pada Telepon Rumah
    Pekerjaan yang di lakukan MDF pada telepon rumah yaitu : 
    # Melaksanakan pasang baru sambungan telepon.  
    # Melaksanakan omset saluran pelanggan.  
    # Mencabut kabel jumper.  
    # Pasang kembali nomor yang dicabut.  
    # Pengukuran Arrester.

    Selain itu ada juga yang namanya Penjumperan MDF , penjumperan MDF ini untuk menempelkan kabel jumper ke MDF pada bagian terminal blok.

                           Gambar penjumperan MDF & alat untuk menjumper(konek)

    2) Speedy
       Pekerjaan yang di lakukan MDF pada Speedy hampur sama dengan pekerjaan pada telepon rumah namun dilakukan kepada pelanggan Speedy.

    3) Validasi Data
       Validasi data bertujuan agar klemklem di terminal vertikal MDF diketahui nomor teleponnya dan benar-benar valid.
    Langkah-langkah melakukan validasi data yaitu : 

    ~ Menyiapkan buku daftar kabel primer,alat tulis dan test phone.  

    ~ Menentukan primer yang akan divalidasi.  

    ~ Menempelkan ujung-ujung test phone pada klem yang akan dicek.   
    ~ Menanyakan nomor telepon yang sedang dites.  

    ~ Mencocokkan hasilnya dengan buku,beri tanda menggunakan pensil apabila ada yang tidak sama tulis sebelahnya.  

    ~ Apabila pada waktu diadakan pengetesan ada pelanggan yang sedang berkomunikasi, matikan test phone agar pelanggan tidak terganggu.  

    ~ Melakukan berulang-ulang sesuai dengan banyaknya urat kabel yang akan divalidasi.